Ada Asap Karhutla, Tingkat Hunian Hotel di Pekanbaru Turun 20 Persen
"Kendati demikian memang ada sejumlah warga Kota Pekanbaru yang menginap di hotel untuk menghindari asap, namun itu jumlahnya tidak banyak karena sewa hotel mahal, selain itu mereka justru memilih pergi meninggalkan Kota Pekanbaru menuju Sumbar atau Medan," katanya.
Ia menekankan, jika kabut asap ini tidak kunjung dituntaskan dan tetap berada pada kondisi yang semakin parah maka dapat diyakini pertumbuhan ekonomi Riau akan terganggu dan sejumlah usaha jelas mengalami penurunan omset.
Nofrizal menyebutkan, sejumlah usaha dagang, jasa, dan industri dan yang mendapat imbas langsung dari aktivitas pengunjung hotel kini mengalami penurunan omset, apalagi hotel.
"Dua pekan terakhir banyak booking hotel di tunda atau malah dibatalkan, padahal sebelumnya banyak yang booking kamar, ruangan rapat, aula dan lainnya, gara-gara kabut asap," katanya.
Dia yang juga anggota DPRD Kota Pekanbaru itu meminta Pemerintah Provinsi Riau segera menuntaskan bencana kabut asap ulah manusia ini, sebab jika tidak segera dituntaskan berimbas pada anjloknya perekonomian khususnya pada bisnis perhotelan.
Editor: Ranto Rajagukguk