Tips MotionTrade: Diversifikasi Investasi dengan Exchange Traded Fund
1. Cara Transaksi
ETF diperdagangkan langsung di bursa efek seperti saham, sehingga bisa dibeli dan dijual kapan saja selama jam perdagangan. Sementara itu, reksa dana hanya bisa dibeli atau dicairkan melalui manajer investasi atau agen penjual, dan transaksi biasanya diproses berdasarkan harga NAB (Nilai Aktiva Bersih) di akhir hari.
2. Harga dan Transparansi
Harga ETF berubah secara real-time mengikuti pergerakan pasar, sama seperti saham. Investor bisa melihat harga secara langsung. Sebaliknya, reksa dana hanya memiliki satu harga per hari yang dihitung setelah pasar tutup.
Tips Cerdas Menghadapi Pasar Modal Bearish, Ini Strategi ala MotionTrade
3. Minimum Investasi
ETF bisa dibeli mulai dari 1 lot (umumnya 100 unit), sehingga lebih fleksibel bagi investor ritel. Reksa dana biasanya memiliki minimum investasi awal tertentu, yang bisa bervariasi tergantung produk dan manajer investasinya.
4. Risiko Transaksi
Risiko transaksi pada ETF dapat dikontrol (lebih rendah) karena transaksi jual/beli ETF dapat dilakukan setiap saat selama jam bursa berlangsung. Reksa Dana saham biasanya bergantung pada Manajer Investasi dari pengelolaan portofolio.
Tips MotionTrade: Investor Pemula Perlu Kenali RDPU dan Strategi Auto Invest di MotionTrade
Dengan memahami perbedaan antara ETF dan reksa dana saham, investor dapat memanfaatkan ETF sebagai pilihan strategis untuk diversifikasi portofolio yang lebih optimal. Anda juga dapat mencoba peluang investasi di produk ETF sekaligus mengikuti program dari Bursa Efek Indonesia yaitu Investor Reward Program 2026 berhadiah lebih dari Rp250 juta.
Semakin tinggi dan aktif transaksi, maka semakin besar kesempatan Anda untuk memenangkan reward dalam program ini. Informasi lebih lanjut mengenai Investor Reward Program 2026 dapat Anda kunjungi melalui bit.ly/idxirp2026.
Editor: Aditya Pratama