Tak Gentar Diterjang Banjir, Agen BRILink Ini Tetap Layani Warga hingga Malam
“Kebanyakan di sini transaksi transfer, tarik tunai dan bayar wifi,” ucapnya.
“Sehari bisa 50-60 nasabah,” kata Mas Rey.
Program BRILink milik Bank Rakyat Indonesia dirancang mendekatkan layanan keuangan ke masyarakat hingga tingkat desa dan lingkungan perumahan. Dalam situasi darurat seperti banjir, peran tersebut terasa nyata.
Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menilai BRILink Agen tidak sekadar perluasan layanan perbankan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal dan peluang usaha bagi pelaku UMKM.
“BRILink Agen menjadi salah satu strategi BRI dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendekatkan layanan transaksi kepada masyarakat. Melalui jaringan ini, masyarakat dapat memenuhi berbagai kebutuhan transaksi dengan lebih cepat, mudah, dan dekat dari tempat tinggal. Di sisi lain, BRILink Agen juga membuka peluang usaha tambahan bagi UMKM, termasuk pemilik pangkalan gas, serta menjadi katalis bagi perputaran ekonomi di lingkungan sekitar,” ungkap Akhmad.
Hingga akhir Maret 2026, jumlah BRILink Agen menembus lebih dari 1,18 juta agen di 66.450 desa atau melampaui 80 persen total desa di Indonesia. Pada periode yang sama, jaringan ini melayani lebih dari 252 juta transaksi dengan total sales volume mencapai Rp420 triliun.
Keberlanjutan layanan di Pondok Permata Babelan menunjukkan fungsi BRILink sebagai penopang aktivitas ekonomi warga. Di tengah keterbatasan akibat banjir, kehadiran agen lokal memastikan transaksi tetap berjalan dan kebutuhan finansial dasar terpenuhi.
Editor: Reynaldi Hermawan