Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat 92,5 Poin ke Rp16.142 per Dolar AS
Secara terpisah, Bank Dunia telah menaikkan perkiraannya untuk pertumbuhan ekonomi China pada tahun 2024 dan 2025, tetapi memperingatkan bahwa kepercayaan rumah tangga dan bisnis yang lesu, bersama dengan hambatan di sektor properti, akan tetap menjadi hambatan tahun depan.
Dari sentimen domestik, pasar merespons positif tentang pemberlakuan PPN 12 persen yang akan akan berlaku di Januari 2025 sebagai langkah strategis dari pemerintah namun penuh tantangan.
Kenaikan PPN ini bertujuan untuk memperkuat ruang fiskal guna mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Kebijakan ini bersifat selektif untuk rakyat dan perekonomian.
"Langkah ini juga diiringi asas keadilan, karena barang kebutuhan pokok, jasa kesehatan, pendidikan, dan transportasi umum tetap bebas PPN, sehingga beban masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dapat diminimalkan," katanya.
Data Kemenkeu mengungkapkan saat ini setengah dari insentif PPN dinikmati masyarakat mampu. Contoh kelompok barang mewah yang sebelumnya dibebaskan PPN misalnya daging premium seperti wagyu dan daging kobe. Begitu pula dengan jasa premium seperti sekolah internasional dan layanan kesehatan VIP.