Pelindo IV Terbitkan Obligasi Senilai Rp3 Triliun
Selain obligasi, Pelindo IV juga memanfaatkan dana internal perusahaan untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan lainnya di wilayah pengelolaan perusahaan. Dengan demikian, konektivitas antarpelabuhan dapat segera diwujudkan dan disparitas harga di wilayah Indonesia Timur dapat diatasi.
Obligasi ini akan memiliki bunga tetap dan bunga dibayarkan setiap triwulan dengan basis 30/360. Obligasi I Pelindo IV Tahun 2018 ini telah memperoleh hasil pemeringkatan idAA (Double A) dari PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo).
Adapun pencatatan Obligasi I Pelindo IV terbagi dalam tiga seri. Seri A untuk jangka waktu lima tahun dengan tingkat bunga delapan persen dibayarkan setiap tiga bulan. Kemudian, seri B untuk jangka waktu tujuh tahun dengan tingkat bunga 9,15 persen dibayarkan setiap tiga bulan. Seri C untuk jangka waktu 10 tahun dengan tingkat bunga 9,35 persen dibayarkan setiap tiga bulan.
Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan, Kementerian BUMN selalu mendorong agar BUMN bisa lebih mandiri dalam pendanaan, transparan, dan berorientasi kepada kepentingan nasional. Dengan demikian, dalam menjalankan pembangunan, baik pemerintah maupun BUMN tidak lagi hanya bergantung pada APBN. Sebagaimana fungsinya, BUMN adalah agen pembangunan yang bisa memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Saya apresiasi langkah strategis PT Pelindo IV dalam upaya mencari sumber-sumber pembiayaan di luar APBN untuk menyelesaikan program strategis nasional, khususnya masyarakat Indonesia Timur," tuturnya di kesempatan yang sama.
Editor: Ranto Rajagukguk