Outlook 2026: IHSG Diproyeksi Tembus Level 9.000, Efek Danantara Jadi Sorotan
JAKARTA, iNews.id - Pasar modal Indonesia menatap tahun 2026 dengan penuh optimisme. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memiliki ruang pertumbuhan yang luas dengan target pengujian pada level psikologis di rentang 8.000 hingga 10.000.
Keyakinan ini didorong oleh membaiknya kondisi makroekonomi, kebijakan moneter yang lebih longgar, serta transformasi kelembagaan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.
Community Lead PT IndoPremier Sekuritas, David Kurniawan memproyeksikan IHSG akan memasuki fase baru yang disebut sebagai Broadening Bull Market. Pada fase ini, kenaikan indeks tidak lagi hanya ditopang oleh segelintir sektor, melainkan menyebar secara merata ke berbagai industri.
“IHSG berpeluang menguji level psikologis 9.000," kata David dalam risetnya dikutip, Kamis (1/1/2026).
David menambahkan, terdapat sejumlah faktor domestik dan global yang akan menjadi penentu. Implementasi Agreement on Reciprocal Tariff (ART) dengan Amerika Serikat (AS) akan sangat krusial bagi sektor perkebunan dan tambang, terutama terkait bebas tarif ekspor kelapa sawit dan kopi.