Kripto Tunjukkan Tanda Pemulihan setelah Aksi Jual, Bitcoin Menguat ke Rp306 Juta
Sementara, direktur perdagangan APAC, Feroze Medora menyebut, Indeks Volatilitas Bitcoin T3 telah melonjak kembali ke posisi tertinggi pada pertengahan Mei, ketika runtuhnya stablecoin TerraUSD mengguncang pasar.
Kisah Pendiri Tehbotol Sosro, Dulu Jualan di Pasar, Kini Produknya Mendunia
“Campuran dari siklus berita buruk dan suku bunga yang lebih tinggi telah merugikan pasar kripto dan kami dapat mengantisipasi lebih banyak volatilitas dalam beberapa minggu mendatang,” ucapnya dalam sebuah catatan.
Adapun pola perdagangan Bitcoin dan Ethereum saat ini menunjukkan beberapa pemegang kripto besar mengejar likuidasi untuk mendapat untung dari memaksa investor lain keluar, menurut kepala eksekutif platform keuangan terdesentralisasi ALEX, Chiente Hsu.
Bitcoin Melonjak 7,6 Persen Menjadi Rp302 Juta usai Turun Tajam
Editor: Aditya Pratama