IPO Saudi Aramco Tak Direspons Positif, Apa Alasan Investor?
NEW YORK - Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Timur Tengah, Saudi Aramco tengah mempersiapkan diri untuk melantai di bursa atau dikenal dengan nama Initial Public Offering (IPO). Penawaran saham perdana itu diprediksi menjadi paling besar dari yang pernah ada.
Sayang, pasar kurang merespons positif. Ini dibuktikan dari sejumlah investor yang mengungkapkan ketidaktertarikannya.
Para analis mengatakan raksasa energi asal Arab Saudi dengan valuasi perusahaan USD1-2 triliun itu akan fokus pada pertumbuhan, dividen yang menarik dan dukungan dari pemerintah dalam IPO.
Bila tidak ada aral melintang, pemerintah Arab Saudi akan melepas 5% saham dari perusahaan pelat merahnya itu. Bahkan kabarnya, investor asal China cukup memerhatikan rencana aksi IPO Saudi Aramco.
Namun dengan harga minyak mentah dunia yang belum sesuai harapan membuat para investor berpikir dua kali untuk membeli saham Saudi Aramco. Selain itu, belum diketahuinya cadangan migas di sana juga menjadi pertimbangan khusus.