Penurunan paling tajam terlihat pada rata-rata volume transaksi harian yang anjlok 17,32 persen menjadi 37,11 miliar lembar saham, serta frekuensi transaksi yang turun 15,02 persen menjadi 2,34 juta kali transaksi.
Sementara itu, tekanan jual oleh investor asing masih berlanjut. Pada hari terakhir perdagangan, asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp1,486 triliun.
"Sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp49,874 triliun," tuturnya.
Di tengah koreksi pasar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah RI meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) pada Senin (27/4/2026).
Langkah ini diambil untuk memperdalam pasar modal Indonesia serta mendorong budaya investasi rutin yang sehat bagi masyarakat, khususnya investor pemula.
BEI mendukung penuh inisiatif ini sebagai langkah mempercepat inklusi investasi dan meningkatkan akses pasar modal melalui dukungan 30 Manajer Investasi serta 26 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).
Editor: Aditya Pratama