Dengan demikian, secara analisis teknikal, IHSG telah mencapai target di level 7.506, namun tidak berhasil bertahan di atasnya dan akhirnya melemah kembali. Adapun posisi candlestick IHSG membentuk pola bearish engulfing, berpotensi mengalami koreksi lanjutan.
Selain itu, nilai transaksi harian berada di bawa rentang rata-rata harian Rp10 triliun, mengindikasikan bahwa pergerakan IHSG sudah tidak disebabkan oleh panic selling/buying lagi.
Kemudian Indikator MACD, pada signal line mengarah pada pembentukan dead cross sehingga mengindikasikan IHSG kembali melemah.
"Area demand zone IHSG berada pada 7.326-7.245, area ini masih bisa ditembus," katanya.
Selain itu, sentimen domestik, pelemahan rupiah yang sudah mencapai Rp16.000 per dolar AS dan beredar kabar bahwa BI sudah mulai intervensi.