Dengan demikian, secara analisis teknikal, IHSG kembali terkoreksi setelah menyentuh resistance MA5.
Adapun posisi candlestick IHSG membentuk pola dark cloud cover, indikasi pelemahan efek jenuh beli, jenuh beli yang cepat terbentuk menandakan bahwa IHSG masih downtrend.
Selain itu, nilai transaksi harian berada di bawah rentang rata-rata harian (Rp10 triliun), ini mengindikasikan bahwa pergerakan IHSG disebabkan oleh panic buying di saat transaksi sepi jelang musim liburan.
"IHSG masih jauh dari kondisi reversal," tuturnya.
Kemudian Indikator MACD, pada signal line melandai menandakan IHSG sudah memasuki fase jenuh jual.
Berikut beberapa saham yang direkomendasikan secara teknikal:
BRPT, buy, support 800, resistance 975.
Pergerakan harga membentuk pola double bottom dengan bottom pada 800 dan neckline pada 975 (pola belum terkonfirmasi).