JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat terbatas pada perdagangan awal pekan, Senin (21/11/2022). Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menjelaskan, IHSG pada perdagangan akhir pekan, Jumat (18/11/2022) masih ditutup di bawah garis SMA-60 dan mengindikasikan bahwa pola bullish flag dapat berlanjut.
“Namun jika terjadi kenaikan di atas 7.137, akan mengonfirmasi awal dari wave (c) dari [x],” ujar Ivan dalam risetnya, Minggu (20/11/2022).
Rasio Kepemilikan Mobil Rendah, Menperin Sebut Industri Otomotif Masih Potensial
Ivan menyebut, level support IHSG akan berada di angka 7.000, 6.927 dan 6.872. Sementara level resistennya berada di 7.075, 7.152 dan 7.205.
Untuk perdagangan pekan depan, Ivan merekomendasikan empat saham pilihan kepada para investor. Pertama, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Dia menyebut, BBCA menghadapi resisten di level 9.000, di mana kenaikan di atasnya akan mengonfirmasi ekstensi wave [v] dari A menuju level 9.275. Ivan merekomendasikan hold atau take profit sebagian pada saham BBCA di level 8.950 sebagai target harga terdekat.
Kemudian, dia menyarankan investor untuk mencermati saham PT PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). CPIN akan melanjutkan struktur koreksi wave (b) menuju zona support di level 5.500-5.600, menurut skenario alternatif apabila harga tetap di bawah 5.925
“Direkomendasikan untuk hold atau buy on weakness pada rentang harga 5.450-5.600, dengan target harga terdekat di level 6.050,” kata dia.
Selanjutnya, Ivan menyarankan untuk hold atau buy on weakness pada PT Harum Energy Tbk (HRUM) di rentang harga 1.550-1.600, dengan target harga terdekat di 1.780.
Ivan mengatakan, HRUM diperkirakan akan melanjutkan tren naik sebelumnya selama harga tidak turun di bawah 1.540.
Terakhir, dia merekomendasikan untuk buy on weakness pada saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) di rentang harga 9.250-9.400, dengan target harga terdekat di 9.750.
ICBP berpeluang menguji kembali support di level 9.400 atau bahkan melanjutkan struktur koreksi menuju level 9.250 sebagai support berdasarkan analisis Fibonacci retracement, karena chart berada di bawah garis SMA-20.
Editor: Aditya Pratama