IHSG Dibuka Menguat ke 7.086, Mayoritas Saham Stagnan
Selanjutnya, KONI atau Perdana Bangun Pusaka Tbk juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 19,41 persen ke harga 2.830. Saham BAPA dari Bekasi Asri Pemula Tbk naik 17,59 persen ke level 234, disusul GDST dari Gunawan Dianjaya Steel Tbk yang menguat 16,50 persen ke harga 120, serta ESIP milik Sinergi Inti Plastindo Tbk yang naik 14,47 persen ke posisi 182.
IHSG Sepekan Melemah 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menyusut Jadi Rp12.736 Triliun
Sebaliknya, tekanan jual paling besar dialami oleh Indo Premier Investment Management yang anjlok 14,59 persen ke harga 158, dan Insight Investments Management yang turun 14,41 persen ke level 101. Keduanya berasal dari segmen manajemen investasi, yang bisa mengindikasikan tekanan khusus pada kelompok saham dana investasi hari ini.
Selain itu, LMPI dari Langgeng Makmur Industri Tbk terkoreksi 12,38 persen, KJEN dari Krida Jaringan Nusantara Tbk turun 12,20 persen, dan LCKM dari LCK Global Kedaton Tbk melemah 12,14 persen.
Dari sisi pelaku pasar, hingga penutupan perdagangan Selasa (28/4) terdapat dinamika yang menarik antara investor domestik dan asing. Investor domestik tercatat melakukan pembelian senilai Rp 11,54 triliun dengan penjualan Rp 9,19 triliun, sehingga membukukan net buy sekitar Rp 2,35 triliun.
Sementara itu, investor asing justru berada di posisi berlawanan, dengan pembelian hanya Rp 5,94 triliun dibandingkan penjualan Rp 8,29 triliun, menghasilkan net sell sekitar Rp 2,35 triliun.
Selanjutnya dari sebelas sektor yang diperdagangkan, tujuh sektor berhasil mencatatkan penguatan sementara empat sektor lainnya melemah. Teknologi menjadi sektor dengan kinerja terbaik hari ini, menguat 2,06 persen, sektor Perindustrian menyusul dengan kenaikan 0,96 persen, dan Keuangan menguat 0,73 persen, menunjukkan kepercayaan investor pada sektor perbankan dan jasa keuangan. Sektor Transportasi naik 0,46 persen, Primer naik 0,38 persen, sementara Non-Primer dan Properti hanya naik sangat tipis masing-masing 0,03 persen dan 0,01 persen.
Di sisi yang melemah, Kesehatan menjadi sektor dengan tekanan terbesar, turun 1,54 persen, sektor Barang Baku terkoreksi 0,48 persen, Infrastruktur melemah 0,16 persen, dan Energi turun paling kecil yakni 0,08 persen.
Editor: Puti Aini Yasmin