Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Peringatkan Transaksi di Pelabuhan Harus Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Advertisement . Scroll to see content

Dolar AS Makin Perkasa di Tengah Krisis yang Melanda Turki

Senin, 13 Agustus 2018 - 08:48:00 WIB
Dolar AS Makin Perkasa di Tengah Krisis yang Melanda Turki
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO iNews.id - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mayoritas mata uang karena pelaku pasar lebih memilih greenback di tengah eksposur bank-bank Eropa terhadap krisis yang dilanda Turki.

Mengutip Reuters, Senin (13/8/2018), lira Tukri mencapai rekor terendah ke 7,24 terhadap dolar AS. Meski begitu, mata uang tersebut mendapatkan sentimen positif setelah Menteri Keuangan Berat Albayrak mengatakan Turki telah menyusun rencana aksi ekonomi untuk meredakan kekhawatiran investor.

Euro telah terpukul keras setelah Financial Times melaporkan pada hari Jumat, mengutip dua sumber, bahwa Bank Sentral Eropa memiliki kekhawatiran tentang bank di Spanyol, Italia dan Perancis dan eksposur mereka ke Turki.

“Eksposur bank-bank Eropa ke Turki tampaknya tidak sebesar yang ditakutkan orang, jadi saya pikir itu dapat dikelola. Ini tidak akan mengarah pada sejenis krisis perbankan di kawasan euro,” kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities.

Pada awal perdagangan Senin, euro melemah ke 1,1368 dolar AS dari psosisi terakhir sebelumnya yang turun 0,16 persen ke 1,1390 dolar AS pada 00.40 GMT.

Mayoritas mata uang telah jatuh sekitar 45 persen terhadap greenback tahun ini di tengah kekhawatiran atas meningkatnya kendali Presiden Turki Tayyip Erdogan atas ekonomi dan perseteruan yang makin memanas dengan AS.

Peso Meksiko, peso Argentina dan Rand Afrika Selatan juga melemah terhadap dolar AS pada hari Senin karena krisis lira mengguncang beberapa mata uang negara berkembang lainnya. Yamamoto mengatakan, lira Turki mungkin tetap tidak stabil, sementara euro akan stabil selama sepekan.

"Tampaknya perlambatan semacam ini adalah semacam hal yang diperlukan bagi ekonomi Turki untuk mengurangi defisit akun berjalan dan inflasi yang sangat tinggi," katanya.

Yen menguat sekitar 0,3 persen terhadap dolar menjadi 110,61 yen, karena investor terus membeli aset safe haven ini. Mata uang Jepang memangkas beberapa keuntungan setelah sempat naik ke level tertinggi satu bulan dari 110,32 yen per dolar AS.

Dolar Australia di awal sesi turun 0,2 persen ke  0,72765 dolar AS, dekat dengan level terendah 18 bulan ke 0,72505 dolar AS.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut