Cara Investasi Berdasarkan Jenis dan Tujuannya, Simak Selengkapnya
Risiko sistematis merujuk pada risiko yang terkait dengan seluruh pasar atau sektor ekonomi, dan ini adalah risiko yang tidak dapat dihindari oleh diversifikasi karena memPengaruhi semua jenis investasi.
Contoh-contoh risiko sistematis meliputi fluktuasi pasar saham, perubahan tingkat suku bunga, perubahan kebijakan pemerintah, dan faktor-faktor ekonomi makro yang memengaruhi semua investasi di pasar.
Sementara risiko non-sistematis berkaitan dengan suatu instrumen investasi atau perusahaan tertentu. Ini adalah risiko yang dapat dihindari atau dikurangi melalui diversifikasi portofolio. Contoh-contoh risiko non-sistematis meliputi:
- Risiko bisnis (misalnya, kebangkrutan perusahaan tertentu), risiko likuiditas (ketidakmampuan untuk menjual aset dengan harga yang diinginkan).
- Risiko manajemen (kebijakan perusahaan yang buruk), dan risiko hukum (klaim hukum yang merugikan perusahaan atau investasi).
Itu tadi ulasan cara investasi berdasarkan jenis dan tujuannya yang dapat diketahui. Perlu diingat, pengetahuan yang baik dan perencanaan yang matang, dapat meningkatkan peluang kesuksesan dalam mencapai tujuan keuangan Anda melalui investasi.
Editor: Aditya Pratama