Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : OJK Minta Direksi BEI Baru Lanjutkan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia 
Advertisement . Scroll to see content

BEI Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp1,07 Triliun

Senin, 29 Juni 2026 - 14:15:00 WIB
BEI Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp1,07 Triliun
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik melaporkan laba BEI tembus Rp1,07 triliun di 2025. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Di sisi lain, beban operasional meningkat 17,1 persen menjadi Rp2,36 triliun dari Rp2,02 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan biaya administrasi, termasuk pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atas piutang entitas anak PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI), serta meningkatnya biaya perbaikan dan pemeliharaan sistem perdagangan.

Neraca perseroan juga menunjukkan penguatan. Total aset meningkat 32,2 persen menjadi Rp14,78 triliun, sementara ekuitas bertambah 14 persen menjadi Rp9,45 triliun. Liabilitas tercatat naik menjadi Rp5,33 triliun, sedangkan kas dan setara kas berada di level Rp1,25 triliun. Di saat yang sama, belanja modal (capital expenditure) meningkat 32,57 persen menjadi Rp370,61 miliar sepanjang tahun 2025.

Sepanjang tahun 2025, nilai transaksi harian rata-rata saham mencapai Rp18,1 triliun, sementara transaksi produk non saham membukukan nilai Rp7,6 triliun. Pasar obligasi melalui mekanisme SPPA mencatatkan total volume transaksi sebesar Rp1.375 triliun, sedangkan nilai perdagangan di Bursa Karbon mencapai Rp36,37 miliar. 

"Capaian ini menunjukkan aktivitas perdagangan yang semakin berkembang di berbagai instrumen investasi," kata Jeffrey. 

Dalam kesempatan yang sama, Jeffrey juga memaparkan perjalanan pasar modal Indonesia sepanjang 2025 yang diwarnai gejolak global, mulai dari perang dagang, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut sempat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), bahkan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada Maret dan April 2025.

Namun, berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan regulator dan pemerintah berhasil memulihkan kepercayaan investor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat kebijakan stabilisasi pasar, sementara pemerintah menggelontorkan stimulus likuiditas sekitar Rp200 triliun yang turut menopang sentimen positif.

Hasilnya, IHSG berhasil bangkit dan mencetak 24 kali rekor tertinggi (all-time high) sepanjang 2025. Indeks juga menembus level 8.000 pada September 2025 dan mencapai rekor tertinggi di level 8.711 dengan kapitalisasi pasar menyentuh Rp16.004 triliun sebelum menutup tahun di level 8.045.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut