Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Intelijen Rusia: AS-Israel Gagal Kalahkan Iran dalam Perang
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK - Shale oil Amerika Serikat (AS) terus membanjiri pasar dan merontokkan harga minyak mentah di pasar meski Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) menahan produksinya.

Selama konferensi Oil & Money di London pekan ini, produksi shale oil AS dianggap tetap memiliki prospek positif. Diperkirakan penambahan produksi sumber energi itu akan terus berlanjut.

"Shale oil AS sedang berbalik dan akan menghadapi puncak (produksi) keduanya," kata David Knapp, Kepala Ekonomi Energi di Energy Intelligence, seperti mengutip Marketwatch.com, Jumat (20/10/2017).

AS memiliki dua lapangan shale oil yang menjadi andalan yakni Permian dan Eagle Ford. Kedua lapangan migas itu menghasilkan dua pertiga dari 6 juta barel shale oil dalam satu hari.

Produksi shale oil AS meningkat selama 10 bulan terakhir. Badan Administrasi Informasi Energi AS melaporkan, produksi kembali diperkirakan naik untuk bulan ke-11 atau November hingga mencapai 6,22 juta barel per hari (bph).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut