YLKI Sebut Rencana Penerapan Tarif Dinamis LRT Jabodebek Belum Tepat, Ini Alasannya
Oleh karena itu, dengan kondisi tersebut, Tulus menilai bahwa pemerintah dan operator lebih baik kembali menerapkan tarif promo flat sebesar Rp5.000 atau Rp10.000 dalam kondisi saat ini. Hal ini guna membangun loyalitas pelanggan LRT Jabodebek.
"Kembali ke tarif promosi dulu mau Rp5.000 atau Rp10.000 untuk membagun loyalitas pengguna sampai headway-nya kenbali normal," ujar Tulus.
Sebelumnya, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan akan ada sistem pengenaan harga dinamis untuk layanan LRT Jabodebek. Adita menjelaskan, pengenaan tarif tersebut nantinya disesuaikan dengan jam operasional pada peak hours (jam sibuk) yakni pada pukul 05.00-10.00 WIB dan 16.00-20 WIB dan non-peak hours pada pukul 10.00-16.00 WIB.
Adita menuturkan, pada jam sibuk pengenaan tarif LRT Jabodebek dimungkinkan akan lebih murah dibandingkan pada jam tidak sibuk.
"Ya kembali lagi namanya dynamic tergantung off sama peak-nya. Jadi ketika meang itu lagi peak seperti sekarnag kan itu harganya bisa lebih murah," katanya saat ditemui di DPR RI, Selasa (7/11/2023).
Meski begitu, Adita mengatakan bahwa pengenaan tarif tersebut masih dalam pembahasan. Hal ini lantaran membutuhkan waktu untuk penyesuaian sistemnya. Ia berharap dapat secepatnya direalisasikan.
"Masih dibahas. Seceapatnya sih, masih kita bahas karena ini butuh peneysuaian sistem. Ini sistemnya yang digunakan penesuaiannya butuh waktu," katanya.
Editor: Aditya Pratama