Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BPS Ungkap Produksi Padi dan Jagung Berpotensi Menurun hingga Juli 2026, Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Wapres Ma'ruf Amin Optimistis Kemiskinan Ekstrem 0 Persen di 2024

Jumat, 27 Januari 2023 - 13:57:00 WIB
Wapres Ma'ruf Amin Optimistis Kemiskinan Ekstrem 0 Persen di 2024
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (Foto: Dok. Setwapres)
Advertisement . Scroll to see content

“Upaya untuk mengendalikan kemiskinan karena memang ada pengaruh pertama dari pandemi itu ada beberapa kenaikan. Tapi setelah pandemi ini sebenarnya kita sudah bisa menurunkan angka year on year itu lebih kecil dari sebelum pandemi. Jadi sudah ada penurunan 9 koma dan akan terus kita (turunkan),” tuturnya.

Oleh karena itu, Ma'ruf menegaskan pemerintah terus mengupayakan untuk menurunkan kemiskinan dengan berbagai upaya diantaranya pemberdayaan masyarakat, juga memberikan perlindungan sosial.

“Memang kalau bulan per bulan memang ada terjadi seperti itu ya kenaikan tetapi dalam arti year on year terjadi penurunan. Karena itu, Kita memang menarget 2024 itu memang sampai di 8 persen ini kemiskinan secara umum. Untuk kemiskinan ekstrem itu kan ada sekitar 4 juta ya dari seluruhnya,” ucapnya.

“Kemudian kita sudah mulai melakukan dari 2021 itu ada 7 provinsi kemudian juga 35 Kabupaten/Kota dan sekarang kita sudah masuk menyelesaikan 2022 di 200 lebih Kabupaten/Kota. Melalui upaya-upaya pemberdayaan masyarakat, di samping kita menanggulangi kemiskinan dengan dua skema yaitu perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat,” sambungnya.

Ma'ruf menyebut, salah satu strategi pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan yakni dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Penurunan (kemiskinan) ekstrem sudah turun sekarang ini. Nanti datanya kita lihat, target 2024 nol persen kemiskinan itu kita harapkan akan bisa tercapai. Karena nanti tinggal tahun 2023 ini akan kita genjot lagi beberapa Kabupaten/Kota, sisanya di 2024,” katanya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut