Wali Kota Solo Sebut Esemka Bukan Mobil Bohong-Bohongan
"Kami pada 2011 pembuatan mobil Esemka ada sparepart yang belum bisa memproduksi sendiri, antara lain ring piston dan dinamo stater. Dinamo ini, dahulu sebenarnya bisa membuat tetapi biayanya agak mahal," kata Rudyatmo.
Pada perkembangan, ada empat model Esemka, yaitu Esemka Rajawali, Esemka Digdaya, Esemka Bima, dan Esemka Hatchback. Namun, model ini terus berkembang.
Rudyatmo menjelaskan, salah satu cara untuk membuat mobil Esemka dengan harga murah dengan penggunaan konten lokal yang besar, sedikitnya d 80 persen. Dengan begitu, harga mobil Esemka tidak akan terlalu terpengaruh gejolak kurs rupiah.
Mobil Esemka diproduksi dengan menjalin kemitraan dengan industri komponen otomotif lokal. Misalnya, dengan industri cor logam di Batur Kabupaten Klaten yang membuat blok mesin, dan industri knalpot di Purbalingga selama ini banyak digandeng produsen otomotif dalam menyediakan onderdil dan suku cadang kendaraan.
Rudyatmo mengatakan saat ini para siswa lulusan SMK di Solo sudah diarahkan bisa membuat knalpot, dashboard, dan lain-lain. Dia memastikan, produksi Esemka akan terus melibatkan siswa dan lulusan SMK.
Namun, kata Rudyatmo tidak masalah jika produsen Esemka menggandeng pabrikan otomotif luar negeri dalam proses produksinya. Kerja sama dengan pabrikan besar dinilainya bisa menguntungkan karena adanya alih teknologi baru.
Editor: Rahmat Fiansyah