Usung Konsep Green Building, Menara Danareksa Sukses Hemat Banyak Energi
Tidak hanya itu, keran di setiap wastafel juga dilengkapi dengan sensor BAS agar tidak ada air yang terbuang sia-sia. Begitu pula dengan penggunaan flush toilet yang di-setting low-flush.
Konsep green building ini tentu berpengaruh pada tenant-tenant yang ada. Rika bercerita bahwa ada salah satu tenant F&B yang biaya penggunaan listriknya berkurang cukup besar.
“Di tempat lain dengan luasannya yang sama, tagihan listrik bulanan bisa mencapai lebih dari dua kali lipat untuk penggunaan listrik di luasan area yang sama. Ketika membuka usaha di Menara Danareksa, tagihan listrik bulanannya tidak sampai 50 persen jika dibandingkan dengan usaha F&B yang dilakukan di tempat sebelumnya. Sehingga sempat terbit pertanyaan apakah benar mereka bisa mensaving sebegitu banyaknya biaya listrik, atau ada kesalahan dalam tagihan,” ucap wanita yang sudah 17 tahun berkarier di industri hospitality.
Dia melanjutkan, setelah melakukan pengecekap lebih lanjut tenant tersebut dapat terkonfirmasi bahwa benar mereka sudah menghemat hampir 60 persen biaya listrik per bulan dibandingkan pada tempat lain.
Selain hemat energi, Menara Danareksa juga mengolah limbah agar bisa digunakan kembali. Salah satu contohnya adalah limbah air yang didaur ulang untuk menyiram tanaman di vertical garden.