Top! 300.000 Obat Perawatan Kulit Buatan RI Diekspor ke Korea Selatan
JAKARTA, iNews.id - Indonesia melalui PT Menarini Indria Laboratories mengekspor obat perawatan kulit Dermatix® Ultra Wound Treatment Gel ke Korea Selatan. Tercatat, ada 300.000 obat buatan Indonesia yang akan dikirim ke Korea Selatan sampai dengan akhir tahun ini.
Menurut President Director PT Menarini Indria Laboratories Idham Hamzah akan ada 90.000 unit obat yang dikirim ke Korea Selatan pada kesempatan ini. Namun, nantinya akan ada 48 batch obat yang dikirim sampai dengan akhir tahun.
“Batch pertama 90.000 unit obat yang dikirim. Nantinya ada 48 batch dan sampai akhir tahun totalnya ada 300.000 unit obat yang dikirim ke Korea Selatan,” ucap Idham saat peluncuran ekspor di pabrik Menari Labs, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (26/10/2023).
Idham menjelaskan proses ekspor ke Korea Selatan ini memakan waktu selama 1 tahun 9 bulan hingga akhirnya pihaknya mendapatkan persetujuan. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan ekspor 11 negara lainnya.
Ekspor Rajungan Hasil Laut Banten ke Jepang, Korsel dan Amerika Serikat
“Menarini juga berencana memperluas ekspor ke 11 negara di Asia-Pasifik termasuk Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, Myanmar, Kamboja, Hong Kong, Australia, Tiongkok, dan Vietnam,” tutur dia.
China Bakal Batasi Ekspor Bahan Baku Baterai Mobil Listrik, Ini Alasannya
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, Kementerian Investasi RI (BKPM) Nurul Ichwan mengapresiasi langkah PT Menarini Labs yang mengekspor obat perawatan kulit ke Korea Selatan. Sebab, hal ini mendorong Indonesia menjadi hub pasar internasional.
"Industri farmasi akan mengurangi ketergantungan kita terhadap obat impor, apalagi apabila industri ini mampu menjadikan Indonesia sebagai hub untuk pasar internasional. Dengan demikian, kualitas industri di Indonesia akan ikut terangkat sesuai standar internasional dan menjadi bagian rantai pasok global,” tutur Nurul.
Sebagai informasi, PT Menarini Indria merupakan perusahaan Biofarmasi di bawah naungan perusahaan biofarmasi terkemuka di Eropa, yakni Menarini. Tercatat, sudah ada 3,5 juta produk obat yang diproduksi.
Editor: Puti Aini Yasmin