Tepis Isu MotoGP Bakal Dialihkan ke Swasta, ITDC: Masa Kontrak dengan Dorna 10 Tahun
Menurutnya, MGPA menjadi satu-satunya co-promotor MotoGP yang cukup kompeten di Indonesia saat ini. Meski tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, Troy menilai cucu dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney itu mampu memenuhi standar Dorna Sport.
ITDC, kata dia, memahami siapa yang cocok dijadikan mitra untuk mengelola MotoGP. Bahkan, nama MGPA yang baru dibentuk pada 2019 itu sudah disodorkan ke Dorna saat kontrak kerja sama dengan ITDC disepakati.
"Waktu kami melakukan masa kontrak itu kami sudah tahu kami harus melakukan dengan siapa, kami bermitra dengan siapa, harus diakui sampai hari ini dan mungkin tidak bisa memastikan itu bahwa yang berkompeten melaksanakan MotoGP di Indonesia saat ini MGPE," ucap dia.
Tidak bermaksud mengucilkan swasta, Troy memandang MGPA mampu memenuhi standar Dorna yang dinilai cukup ketat, selektif, dan profesional.
Dasar pikir itu membuat ITDC belum melirik pihak lain yang bisa dijadikan co-promotor atau justru menyerahkan MotoGP ke swasta.