Tahun 2023 Dibayangi Resesi Global, Dirut BNI: Kinerja Perbankan Jangan Stagnan
Adapun pertumbuhan kredit mencapai 9,1 persen menjadi Rp622,61 triliun dengan fokus pada segmen berisiko rendah, debitur Top Tier di setiap sektor industri prospektif, serta regional champion di masing-masing daerah.
BNI Bukukan Laba Bersih Rp13,7 Triliun di Kuartal III 2022, Melesat 76,8 Persen
Sementara, Rasio CASA mencapai 70,9 persen dari total dana pihak ketiga (DPK). Angka ini merupakan pencapaian yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir ini.
"BNI tahun lalu berhasil menambah modal sehingga membuat level modal menjadi sangat cukup kuat untuk menyerap risiko maupun ekspansi dalam menjawab berbagai peluang tahun depan," ungkap Royke.
Dia yakin bahwa BNI memiliki level likuiditas yang sangat cukup baik dan sejauh ini pengelolaan perusahaan juga baik, sehingga BNI berharap bisa menangkap peluang dalam bisnis perbankan nasional
Tahun depan, lanjut Royke, BNI pun akan tetap fokus ke segmen consumer, korporasi, dan UMKM yang berorientasi ekspor untuk menjadi engine pertumbuhan BNI.
"Kami mau membantu UMKM untuk go global, bantu mereka supaya bisa ekspor, sehingga dapat meningkatkan kapabilitas usaha sekaligus profitabilitas buat mereka," tutur Royke.
Editor: Jeanny Aipassa