Simak, 4 Cara Rusia Bertahan dari Sanksi Barat
Lebih dari 15.000 orang ditangkap di Rusia pada minggu-minggu awal konflik karena mengambil bagian dalam protes anti-perang, dan Kremlin telah secara efektif membungkam media independen dengan mengkriminalisasi apa yang dianggapnya sebagai "informasi palsu" pada apa yang disebutnya sebagai "informasi khusus".
4. Pelatihan Pekerja
Pemerintah sedang mencoba untuk mengatasi potensi masalah pengangguran dengan program untuk melatih dan mempekerjakan orang-orang yang pernah bekerja di perusahaan-perusahaan Barat yang telah menangguhkan atau menghentikan operasinya di Rusia.
Walikota Moskow, Sergey Sobyanin, meyakini ada 200.000 pengangguran yang terdampak hengkangnya perusahaan-perusahaan Barat. Solusinya, adalah dengan memberi pelatihan pekerjaan.
Selain itu, mereka juga diberi pekerjaan mengurus dokumen resmi seperti paspor dan akta kelahiran, bekerja di salah satu taman kota atau di pusat kesehatan sementara yang baru-baru ini mulai didirikan kota. Sekitar 41 juta dolar AS disisihkan untuk menciptakan pekerjaan ini dan melatih kembali para pekerja.
Pengamat menilai, Rusia sejauh ini berhasil menahan kekuatan awal sanksi Barat tanpa sistem keuangannya runtuh. Itu sebagian besar berkat bank sentral, yang segera menaikkan suku bunga menjadi 20 persen dan telah menurunkannya menjadi 17 persen, serta memberlakukan kontrol modal yang ketat.
Tapi ini tidak berarti Rusia melalui yang terburuk. Ekonomi bisa menyusut 8,5 persen tahun ini, menurut IMF. Runtuhnya bisa lebih besar jika Eropa melarang impor minyak Rusia. Dan inflasi mencapai 17,5 persen sesuatu yang bahkan diakui Putin menyakiti warga Rusia.
Risiko utama lainnya, kata pengamat, adalah ketergantungan Rusia pada produk impor yang sekarang dikenakan sanksi. Itu bisa lebih sulit untuk dilawan daripada langkah-langkah yang ditujukan untuk ekonomi makro.
Editor: Jeanny Aipassa