Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cadangan Devisa RI Capai 146,2 Miliar Dolar AS, BI Sebut Lampaui Standar IMF
Advertisement . Scroll to see content

Setelah Pandemi Covid-19, Muncul Ancaman Krisis Ekonomi Global

Rabu, 20 Juli 2022 - 12:59:00 WIB
Setelah Pandemi Covid-19, Muncul Ancaman Krisis Ekonomi Global
Melandainya ancaman Covid-19 bukan berarti selesai permasalahan yang dihadapi dunia. Merebaknya pandemi diprediksi bakal memicu ancaman krisis ekonomi global. (Foto: MNC Media)
Advertisement . Scroll to see content

Krisis ekonomi global makin diperparah oleh meletusnya perang Rusia-Ukraina. Selama ini dua negara Eropa ini menjadi produsen dan eksportir komoditas utama dunia. Mulai dari minyak dan gas, batu bara, gandum hingga bahan baku pupuk. Perang yang berkecamuk antara Rusia-Ukraina ini mengganggu produksi dan distribusi komoditas utama yang dibutuhkan dunia.

Dampak perang di kedua negara tersebut sudah mulai dirasakan oleh para petani di Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Miswanti dan juga Roni Setiawan petani tanaman pangan (padi) Dari Desa Ngadirejo, Kecamatan Ermoko Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Di Bulan Juli ini, mereka sudah tidak bisa menebus pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah. Ini terjadi karena memang kurangnya pasokan bahan baku membuat pupuk tersendat. 

Selisih harga pupuk bersubsidi dengan nonsubsidi bisa mencapai tiga kali lipat. “Kami memohon dengan sangat kepada Kementrian Pertanian agar pasokan pupuk bersubsidi bisa ditambah kembali,” kata Miswati sambil memohon. Roni Setiawan menambahkan tanpa tambahan pupuk yang memadai sudah bisa diprediksi hasil panen akan merosot jauh baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Secara umum kondisi ekonomi Indonesia mamang masih tergolong kuat, bahkan boleh dikatakan salah satu yang terkuat di dunia. Buktinya, saat negara-negara lain mengalami lonjakan inflasi, di Indonesia inflasi masih terjaga. 

BPS mencatat pada Mei 2022 inflasi di Indonesia sebesar 0,40 persen. Bandingkan dengan inflasi di bulan yang sama di Amerika Serikat yang mencapai 8,6 persen, Thailand (7,1 persen), India (7 persen), Korea Selatan (5,4 persen) dan China (2,1 persen).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut