Sentuh Level Tertinggi, Harga Minyak Mentah Diprediksi Tembus 100 Dolar AS per Barel Tahun Ini
Pemimpin OPEC, Arab Saudi, menyampaikan bahwa mereka akan memperpanjang pengurangan produksi sebesar 1 juta barel per hari hingga akhir tahun. Selain itu, pemimpin non-OPEC, Rusia berjanji mengurangi ekspor minyak sebesar 300.000 barel per hari hingga akhir tahun. Kedua negara mengatakan mereka akan meninjau pemotongan sukarela mereka setiap bulan.
Analis Bank of America, Francisco Blanch menuturkan, pihaknya yakin harga minyak mentah akan segera naik di atas 100 dolar AS per barel.
“Jika OPEC+ mempertahankan pengurangan pasokan yang sedang berlangsung hingga akhir tahun dengan latar belakang permintaan positif di Asia, kami sekarang yakin harga Brent dapat melonjak melewati 100 dolar AS per barel sebelum tahun 2024,” ujarnya dalam sebuah catatan penelitian dikutip, Minggu (17/9/2023).
Analis dari pialang minyak PVM, Tamas Varga menyebut, lompatan harga minyak mentah menuju 100 dolar AS per barel hal yang masuk akal, di mana hal ini dipengaruhi kendala produksi dari Arab Saudi dan Rusia, kekurangan struktural bahan bakar diesel di Eropa, dan konsensus yang berkembang bahwa siklus pengetatan saat ini akan berdampak buruk bagi perekonomian.
“Meskipun demikian, reli seperti itu juga memerlukan tekanan inflasi baru. Oleh karena itu, saya yakin lonjakan apa pun menuju 100 dolar AS per barel hanya akan berumur pendek,” tuturnya.