Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menlu Rusia: AS Terlibat Langsung dalam Perang Ukraina!
Advertisement . Scroll to see content

Rusia Ngaku Ekonominya Kena Pukulan Serius, Ini Penyebabnya

Rabu, 02 Maret 2022 - 20:39:00 WIB
Rusia Ngaku Ekonominya Kena Pukulan Serius, Ini Penyebabnya
Rusia mengaku perekonomiannya saat ini terkena pukulan serius yang diakibatkan isolasi negara yang semakin meningkat dan menambah tekanan pada sistem keuangan. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Selain itu, Pasar saham Rusia ditutup sejak Senin dan belum dibuka kembali sejak itu. Kemudian, bank sentral mengatakan akan tetap tutup pada hari Rabu. 

Pemerintah juga telah memerintahkan eksportir untuk menukar 80 persen dari pendapatan mata uang asing mereka dengan rubel, dan melarang penduduk Rusia melakukan transfer bank di luar negeri.

Pemerintah Rusia menyampaikan bahwa Putin sedang mengerjakan sebuah dekrit yang akan mencegah perusahaan asing keluar dari aset Rusia. Hal ini merupakan upaya untuk mencegah eksodus yang semakin meningkat minggu ini. 

Putin juga menandatangani dekrit yang melarang orang mengambil lebih dari 10.000 dolar AS atau setara dalam mata uang asing dari negara itu menurut kantor berita negara TASS dan RIA.

Bank sentral melangkah lebih jauh dalam upayanya untuk menghentikan aliran uang ke luar negeri dengan menangguhkan transfer ke luar negeri dari rekening yang dimiliki oleh entitas perusahaan non-residen dan individu dari sejumlah negara. Pembatasan tidak berlaku untuk warga negara Rusia.

"Kondisi dalam sistem keuangan Rusia dan ekonomi yang lebih luas kemungkinan akan memburuk lebih lanjut di hari-hari dan minggu-minggu mendatang karena sanksi yang telah diumumkan mengambil korban mereka dan sanksi di masa depan menambah kejutan negatif yang berkelanjutan. Untuk masa mendatang, Rusia akan tetap terisolasi dari dunia barat dan pasar global utama," tulis ekonom senior Berenberg Kallum Pickering dalam sebuah catatan penelitian.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut