Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tersangka Kasus Suap, Eks Direktur Penyidikan Bea Cukai Rizal Punya Harta Rp19,73 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Riset Oxfam: Kekayaan 1 Persen Orang Terkaya Dunia Melejit Rp684.774 Triliun dalam 1 Dekade

Sabtu, 27 Juli 2024 - 08:09:00 WIB
Riset Oxfam: Kekayaan 1 Persen Orang Terkaya Dunia Melejit Rp684.774 Triliun dalam 1 Dekade
Riset Oxfam terbaru menyampaikan bahwa kekayaan 1 persen orang terkaya dunia melejit 42 triliun dolar AS atau Rp687.774 triliun selama satu dekade terakhir. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

Analisis terbaru muncul saat kelompok advokasi tersebut, bersama dengan sejumlah mitra, menyerukan para pemimpin G20 untuk menaikkan pajak bagi orang-orang superkaya.

Melalui Presidensi G20 2024, Pemerintah Brasil mengungkapkan sebuah studi tentang kenaikan pajak bagi orang-orang kaya. Laporan yang disiapkan oleh ekonom Prancis dan pakar ketimpangan Gabriel Zucman tersebut menemukan bahwa pajak minimum 2 persen atas kekayaan miliarder global akan menghasilkan antara 200 miliar hingga 250 miliar dolar AS dari sekitar 3.000 pembayar pajak setiap tahunnya.

Menurut Observatorium Pajak Uni Eropa, yang dijalankan oleh Zucman, orang-orang superkaya di negara-negara besar membayar pajak dalam porsi yang jauh lebih kecil dari pendapatan mereka dibandingkan orang-orang biasa. Selain itu, kekayaan mereka dikenakan pajak dengan tarif efektif hanya 0-0,5 persen.

“Momentum untuk menaikkan pajak bagi orang-orang superkaya tidak dapat disangkal, dan minggu ini merupakan ujian pertama yang sesungguhnya bagi negara-negara G20. Apakah mereka memiliki kemauan politik untuk mencapai standar global yang mengutamakan kebutuhan banyak orang daripada keserakahan segelintir elit?” ucap Lawson.

Pejabat keuangan dari negara-negara terbesar di dunia memulai pembicaraan awal tahun ini tentang penerapan pajak minimum global bagi para miliarder. 

Namun, untuk mencapai kesepakatan di antara para pemimpin G20 diperkirakan akan sulit dan bisa memakan waktu lama. Selain itu, penerapan pajak untuk orang superkaya juga akan rumit untuk dilakukan.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut