Resign dari Apple, Pria Ini Sukses Buka Restoran dengan Omzet Rp140 Miliar per Tahun
“Saya tahu kami akan mengerahkan segalanya karena kami pikir kami memiliki sesuatu yang unik. Tidak ada restoran barbeku di kota ini, kami sangat dekat dengan Amerika Serikat. Orang Meksiko suka daging,” ucapnya.
“Ada peluang besar untuk membuka kategori makanan baru, dan ketika Anda memiliki peluang untuk melakukan hal seperti itu, Anda harus memanfaatkannya," tuturnya.
Kedua memutuskan memberi nama restoran tersebut Pinche Gringo. Pemberian nama ini sekaligus menyinggung gagasan mereka yang ingin membuka restoran barbeku di Mexico City.
“Hal ini memberi kami sedikit kerendahan hati, yang menurut saya meruntuhkan hambatan dan memungkinkan pelanggan kami di Meksiko untuk lebih terbuka terhadap sesuatu yang sangat unik dan berbeda,” ujarnya.
Pada awalnya, Defossey dan Luna menghabiskan waktu berjam-jam membagikan sampel brisket dan menjelaskannya kepada penduduk setempat. Defossey mengaku pada awal pembukaan restoran dia menghasilkan 30 dolar AS per hari dan makanannya tidak enak.