Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : JK Siap Bangun Pembangkit Listrik 2.000 MW, Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Proyek Ketenagalistrikan Ini Disiapkan Terangi Wilayah NTB dan NTT

Jumat, 20 Oktober 2017 - 18:21:00 WIB
Proyek Ketenagalistrikan Ini Disiapkan Terangi Wilayah NTB dan NTT
Ilustrasi (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA – Pemerintah terus mendorong rasio elektrifikasi nasional melalui program tambahan kapasitas listrik sebesar 35 ribu mega watt (MW). Meski tidak rampung sesuai target di 2019, pemerintah tetap mempercepat progres sejumlah proyek di program itu karena akan membantu percepatan elektrifikasi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menuturkan, pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi bisa bergerak hingga 93%. "Pemerintah berkomitmen meningkatkan rasio elektrifikasi lebih dari 93%, tahun 2019 minimal 96%, kalau kita bekerja keras bisa 99% di tahun 2019, naiknya hampir 3% per tahun, luar biasa sekali,” kata Jonan dalam keterangannya, Jumat (20/10/2017), usai meresmikan sejumlah proyek ketenagalistrikan di Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB).

Saat ini, pemerintah memang tengah fokus menerangi wilayah timur Indonesia. Salah satunya dengan menyiapkan sejumlah proyek untuk melistriki wilayah NTB dan NTT. Adapun proyek-proyek tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Independent Power Producer (IPP) Lombok dengan total Kapasitas 50 MW serta groud breaking Pembangkit Listrik Gas Uap (PLTGU) Lombok Peaker, Pembangkit Listrik Mesin Gas (PLTMG) Bima, PLTMG Sumbawa, Mobile Power Plant (MPP) Flores, PLTMG Maumere dan PLTMG Kupang Peaker dengan total kapasitas 350 MW.

Dia menjelaskan,  di 2019 apabila seluruh proyek kelistrikan di NTB dan NTT ini beroperasi, maka bisa memenuhi kebutuhan listrik di pulau NTB dan NTT. "Dengan beroperasinya seluruh proyek ini kebutuhan listrik di NTB dan NTT tidak akan kurang, total kapasitas 350 MW apabila pelanggan yang butuh listrik 900 VA per rumah tangga, akan bisa mengaliri sekurangnya 350-400 ribu rumah tangga,” kata Jonan.

Untuk pengelolaan kelistrikan, Jonan berpesan kepada direksi PT PLN (Persero) memberikan contoh untuk efisiens pada investasi dan biaya operasi sehingga para IPP juga bisa mengendalikan tarif listrik, sehingga penyesuaian tarif tidak terjadi terlalu sering. "Saya mohon kepada PLN untuk dapat memberikan contoh efisiensi terhadap investasi per MW dan biaya operasi shingga IPP bisa mengikuti kalau bisa tarif listrik tidak naik tapi turun,” ucap dia.

Direktur PLN Sofyan Basir berkomitmen mendukung Pemerintah mewujudkan kebijakan 35 ribu MW di tahun 2019. Sofyan melaporkan bahwa saat ini kondisi kelistrikan sudah sangat cukup, beberapa daerah bahkan sudah tidak ada pemadaman listrik.

Salah satunya cadangan listrik di Lombok mencapai 299 MW, dan beban puncak sebesar 227 MW. "Beberapa daerah sudah memiliki cadangan rata-rata 30%, di Lombok cadangan listriknya mencapai 72 MW,” kata Sofyan.

Berikut proyek-proyek ketenagalistrikan yang berada di NTB dan NTT

  1. Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Lombok Peaker. Berkapasitas 150 MW dan berlokasi di desa Tanjung Karang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dengan investasi Rp1,6 triliun, proyek ini akan menyerap tenaga kerja sebanyak 365 orang pada fase konstruksi dan 25 orang pada fase operasi. PLTGU ini diharapkan akan Commercial Operation Date (COD) pada Februari 2019.
  2. Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bima.Berlokasi di Dusun Bonto, Kecamatan Asakota, Kota Bima Nusa Tenggara Barat, pembangkit ini dibangun dengan kapasitas 50 MW. Dengan total investasi Rp637 miliar, proyek akan menyerap tenaga kerja sekitar 300 orang. PLTMG Bima direncanakan akan COD pada Oktober 2018.
  3. PLTMG Sumbawa kapasitas 50 MW Pembangkit yang berada di desa Labuan Badas Kabupaten Sumbawa ini menelan investasi lebih dari 744 milyar rupiah dan menyerap tenaga kerja hingga 285 orang. Ditargetkan PLTMG Sumbawa akan selesai pada Oktober 2018.
  4. PLTMG Kupang Peaker kapasitas 40 MW. Pembangkit ini dibangun di Dusun Panaf, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Ditargetkan akan selesai pada November 2018. Dengan total investasi lebih dari Rp700 miliar, pembangkit ini menyerap tenaga kerja lebih dari 300 orang.
  5. Selanjutnya, untuk mendukung kelistrikan di Pulau Flores, dibangun Mobile Power Plant (MPP) Flores berkapasitas 20 MW. Berlokasi di Dusun Rangko, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. Menelan investasi lebih dari Rp427 miliar dan menyerap tenaga kerja hingga 210 orang selama masa konstruksi dan 25 orang selama fase operasi.
  6. PLTMG Maumere kapasitas 40 MW yang berlokasi di desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka-Flores Nusa Tenggara Timur. Selama masa konstruksinya proyek ini menyerap tenaga kerja sekitar 285 orang dengan nilai investasi lebih dari Rp694 miliar.
  7. PLTU Lombok Timur yang mempunyai kapasitas 2x25 MW berlokasi di Desa Padakguar, Kabupaten Lombok Timur. Dengan total nilai investasi Rp1,2 triliun rupiah, telah menyerap tenaga kerja sebanyak 1.200 orang pada fase konstruksi dan 470 tenaga kerja saat operasi dengan persentase 95% orang Lombok dan 85% di antaranya adalah penduduk Desa Padakguar.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut