"Ini adalah bukti nyata bahwa teknologi digital semakin berperan penting dalam memperlancar transaksi ekonomi, meningkatkan inklusi keuangan, dan mempermudah masyarakat dalam bertransaksi secara lebih efisien," tuturnya.
Menurut data BI, transaksi digital banking tercatat sebanyak 1.960,8 juta transaksi, tumbuh 37,1 persen secara tahunan (yoy). Sementara itu, transaksi Uang Elektronik (UE) juga mengalami pertumbuhan sebesar 27 persen yoy dengan volume transaksi mencapai 1.365,4 juta.
Di sisi lain, volume transaksi BI-FAST (Bank Indonesia Fast Payment) meningkat pesat sebesar 59,3 persen yoy, dengan total transaksi mencapai 339 juta.
Di tengah lonjakan transaksi digital, penggunaan kartu ATM/D justru mengalami penurunan 11,4 persen yoy, sementara transaksi kartu kredit justru meningkat 19,6 persen yoy, mencatatkan 39,7 juta transaksi pada Oktober 2024.
Dia mengatakan, jumlah pengguna QRIS terus meningkat, mencapai 54,1 juta orang, dengan 34,7 juta merchant yang menggunakan sistem pembayaran tersebut.