Peluang Industri Sepeda Motor Listrik di RI Mencapai Rp295 Triliun
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah tengah mendorong kendaraan listrik di Tanah Air. Ternyata, berdasarkan hasil riset peluang industri sepeda motor listrik di Indonesia mencapai 19,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp295 triliun.
Apalagi, adopsi motor listrik di Indonesia mengalami lonjakan signifikan selama 2 tahun terakhir atau bertumbuh sebesar 15 kali lipat dari tahun 2020 hingga 2022. Hal itu diketahui dari hasil riset Deloitte Indonesia dan Foundry dengan judul "An Electric Revolution: The Rise of Indonesia's E-Motorcycle".
"Industri sepeda motor listrik di Indonesia menunjukkan peluang besar sebesar 19,2 miliar dolar AS baik dari sudut pandang produsen maupun distribusi energi," bunyi riset tersebut dikutip Jumat (15/9/2023).
Meskipun begitu, Staf Khusus Kementerian ESDM, Agus Tjahajana mengakui bahwa industri motor listrik di Indonesia saat ini memiliki beberapa hambatan. Salah satunya adalah standardisasi baterai.
Beli Motor Listrik Dapat Bantuan Pemerintah Rp7 Juta, Penjualan Unit Meningkat
Menurutnya, hal itu bisa diatasi dengan mengembangan swab station atau penukaran baterai listrik di Indonesia. Dengan begitu, industri motor listrik di Indonesia bisa berkembang cepat.
Syarat Subsidi Pembelian Motor Listrik Dipermudah, Masih Ada Kuota 197.569 Unit
"Beberapa hambatan motor listrik yang saya temui yaitu termasuk adopsi, standardisasi baterai dan jarak tempuh yang terbatas. Tetapi bila diperkuat dengan sistem swapping baterai tentu akan bisa mempercepat transisi dan adopsi motor listrik. Maka dari itu, kita perlu swap station yang tersebar di berbagai titik untuk kenyamanan penggunanya. Kita tidak dapat membandingkan motor listrik dengan motor bensin yang sudah ada sejak 40 tahun yang lalu," ucapnya.
Merespons hal itu, Founder & CEO SWAP Energi Iwan Tjahaja berkomitmen membangun sampai 5.000 titik swap station demi mendorong penggunaan motor listrik di Tanah Air.
"Dengan 1.500 swap station yang sudah tersebar di seluruh Indonesia, kami akan mempercepat penempatan 5.000 titik penukaran baterai sehingga memudahkan para pengguna motor listrik untuk beralih ke moda transportasi yang lebih eco-friendly," ujarnya.
Peluncuran riset ini dihadiri oleh berbagai stakeholders penting dalam industri motor listrik Indonesia, di antaranya Agus Tjahajana, Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral; Irwan Tjahaja, Founder & CEO SWAP Energi; Fadli Rahman, Director of Strategic Planning and Business Development, Pertamina New & Renewable Energy; Nindito Reksohadiprodjo, Partner, Deloitte Indonesia; Philippe Auberger, CEO Lazada Logistics Indonesia; Erwin Arifin, Director of Research, Foundry.
Editor: Puti Aini Yasmin