Pelatihan Jurnalistik BRI dan Dewan Pers Ingatkan Lagi Pentingnya Akurasi dalam Kerja Kewartawanan
“Baik isi, bahkan lead. Hanya dibolak-balik saja, dari atas ke bawah atau sebaliknya. Tak banyak perubahan,” ujarnya.
Agak berbeda dengan media cetak, kata Agung, mereka setidaknya bisa menulis dengan bahasa yang agak berbeda dari rilis yang diberikan pihak humas. Ini karena media cetak punya waktu yang lebih longgar, sehingga bisa melakukan konfirmasi ulang.
Menurut dia, hal yang sering dilanggar wartawan sekarang adalah tidak melakukan kegiatan jurnalistik dan tidak menggunakan sumber yang kredibel. Padahal, kata Agung, kerja jurnalistik bukan kerja humas. Wartawan harus melakukan konfirmasi lagi.
Dia menyebut, wartawan kerap kali memanfaatkan media sosial sebagai sumber berita. Padahal, menelan bulat-bulat informasi dari media sosial berisiko terhadap akurasi berita yang disajikan.
Dia mengungkapkan, saat ini, ada 401 kasus pengaduan beragam yang diterima Dewan Pers. Dari jumlah itu, 286 kasus selesai ditangani dan 115 kasus dalam proses. “Platform pengaduan 99 persen dari media online,” ucapnya.