Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Ungkap APBN Defisit Rp180,4 Triliun per Mei 2026, Setara 0,7 Persen PDB
Advertisement . Scroll to see content

Pasokan Gas RI Melimpah tapi Masih Impor 76 Persen LPG, Ini Penyebabya

Selasa, 11 Oktober 2022 - 10:12:00 WIB
Pasokan Gas RI Melimpah tapi Masih Impor 76 Persen LPG, Ini Penyebabya
Indonesia memiliki potensi gas alam yang sangat besar dan menjanjikan untuk dikembangkan. Meski begitu, RI masih bergantung pada LPG yang diimpor. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

"Rp80 triliun itu pun harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena harganya tinggi sekali. Subsidinya antara Rp60 triliun hingga Rp70 triliun," ujar Jokowi.

Sebagai informasi, Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), impor LPG Indonesia dalam satu dekade telah menunjukkan peningkatan tiga kali lipat hingga mencapai 6,34 juta ton pada 2021. Adapun porsi impor LPG pada 2021 telah mencapai 74 persen dari total kebutuhan. 

Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan porsi impor LPG pada 2011 yang hanya sebesar 46 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor LPG Indonesia pada 2021 mencapai 4,09 miliar dolar AS atau sekitar Rp58,5 triliun, meroket 58,5 persen dibandingkan nilai impor pada 2020 lalu yang tercatat 2,58 miliar dolar AS.

Di sisi lain, Indonesia memiliki "harta karun" energi lainnya yang bisa menggantikan impor LPG ini. "Harta karun" yang dimaksud di sini yaitu gas alam. Gas alam juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan memasak bagi konsumen rumah tangga, dengan menggunakan jaringan pipa gas.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut