Pasokan Gas RI Melimpah tapi Masih Impor 76 Persen LPG, Ini Penyebabya
"Rp80 triliun itu pun harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena harganya tinggi sekali. Subsidinya antara Rp60 triliun hingga Rp70 triliun," ujar Jokowi.
Sebagai informasi, Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), impor LPG Indonesia dalam satu dekade telah menunjukkan peningkatan tiga kali lipat hingga mencapai 6,34 juta ton pada 2021. Adapun porsi impor LPG pada 2021 telah mencapai 74 persen dari total kebutuhan.
Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan porsi impor LPG pada 2011 yang hanya sebesar 46 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor LPG Indonesia pada 2021 mencapai 4,09 miliar dolar AS atau sekitar Rp58,5 triliun, meroket 58,5 persen dibandingkan nilai impor pada 2020 lalu yang tercatat 2,58 miliar dolar AS.
Di sisi lain, Indonesia memiliki "harta karun" energi lainnya yang bisa menggantikan impor LPG ini. "Harta karun" yang dimaksud di sini yaitu gas alam. Gas alam juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan memasak bagi konsumen rumah tangga, dengan menggunakan jaringan pipa gas.