Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wamenaker Ungkap Sederet Tantangan Anak Muda Masuk Dunia Kerja, Apa Saja?
Advertisement . Scroll to see content

Pasar Ekonomi Digital Berkembang Pesat, Generasi Muda Harus Tangkap Peluang

Minggu, 05 November 2017 - 16:57:00 WIB
Pasar Ekonomi Digital Berkembang Pesat, Generasi Muda Harus Tangkap Peluang
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id – Pasar ekonomi digital diprediksi berkembang pesat dari saat ini USD11 miliar menjadi USD110 miliar dalam lima tahun ke depan. Generasi muda harus memanfaatkan momentum itu dengan menangkap peluang usaha dari perkembangan ekonomi digital.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, industri digital dapat mendongkrak perekonomian nasional. Namun di sisi lain, gelombang digitalisasi menjadi tantangan bagi pasar produk komersial dan sektor industri.

“Untuk itu, perlu peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM),  sehingga mampu menghadapi gempuran digitalisasi industri. Salah satu kunci pengembangannya adalah mengasah keterampilan, termasuk berbahasa Inggris,” ujar Airlangga pada Wisuda SMK SMTI Yogyakarta dan Politeknik AKA Bogor di Yogyakarta, Sabtu (4/11).

Menperin berharap para wisudawan mulai menyesuaikan serta bersiap menyambut tren teknologi dan Industry 4.0 sebagai keberlanjutan era ekonomi digital. Kemenperin melaksanakan program strategis dalam upaya meraih potensi tersebut melalui pendidikan vokasi. Konsep yang diusung adalah link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri. Tujuannya untuk menghasilkan para tenaga kerja yang sesuai kebutuhan dunia industri saat ini.

“Pertumbuhan industri ditentukan oleh tiga faktor, yaitu investasi, teknologi dan SDM. Ketersediaan SDM industri yang kompeten akan mendorong peningkatan produktivitas dan menjadikan industri lebih berdaya saing,” ungkap Airlangga.

Kemenperin juga memfokuskan untuk peningkatan fasilitas di SMK melalui kerja sama dengan industri sehingga bisa setara antara materi praktik dan proses produksi di perusahaan. “Selain itu, kami mulai memperbaiki kurikulum SMK dalam program vokasi ini,” imbuhnya.

Editor: Masirom Masirom

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut