Pacu Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan, Ganjar-Mahfud Dorong Pacu Nilai Tambah di Semua Komoditas
Jadi, tidak ada lagi komoditi sawit dan karet di Pulau Kalimantan dan Sumatera yang dominan dimiliki oleh perusahaan besar. Dua komoditi tersebut harus diolah hingga produk akhir.
"Sawit tidak lagi diolah menjadi CPO yang harganya fragile turun naik di market internasional, tetapi langsung diolah menjadi minyak goreng, margarin, biodiesel, biogasoline, atau oleochemical," tuturnya.
Begitu pula dengan komoditi karet di mana saat ini pabrik salah satu alat kontrasepsi kondom yang produknya tersebar masif di Indonesia ternyata masih dikuasai oleh Malaysia sebagai pemilik industri besarnya.
Sudah saatnya karet diolah untuk dijadikan ban, sarung tangan karet, spare parts mesin dan otomotif, termasuk kondom. Ketimpangan struktur ekonomi pun terjadi antar pulau.
Dilihat dari data statistik secara spasial, pertumbuhan ekonomi Maluku-Papua sebenarnya paling tinggi di angka 10,09 persen, disusul Sulawesi dengan pertumbuhan ekonomi 5,67 persen, lalu Jawa 3,66 persen, Sumatera dan Kalimantan 3,18 persen, sementara Bali dan Nusa Tenggara (ekonominya banyak bergantung di sektor pariwisata dimana saat itu masih terdampak wabah Covid 19) hanya 0,07 persen pada tahun 2021.