Motif Ekonomi: Pengertian, Sifat, Tujuan dan Contohnya
Contohnya: Seseorang mencari pekerjaan sampingan untuk mendapatkan panghasilan tambahan atau pedagang yang menjual barang dengan kualitas baik dan layanan yang baik untuk mendapatkan keuntungan.
Motif ekonomi ini untuk meraih kekuasaan. Kekuasaan ini tidak hanya di politik, tetapi di lingkungan keluarga atau pertemanan.
Contohnya: Pengusaha kuliner yang rajin melakukan ekspansi bisnis dengan membuka cabang baru di wilayah lain untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kekuasaan bisnisnya.
Motif ini supaya seseorang dihargai orang lain. Penghargaan dari orang lain akan memberikan kepuasan bagi pelaku kegiatan ekonomi. Penghargaan tersebut bukan hanya pujian piagam, tetapi juga mendapatkan status sosial yang lebih tinggi di lingkungannya.
Contohnya: Seorang atasan yang tetap bekerja keras meski sudah berada di posisi yang aman. Hal ini dilakukan supaya dia mendapatkan penghargaan dari anak buahnya.
Ruang lingkup sosial memiliki makna yang lebih luas dari ekonomi itu sendiri, sehingga cukup problematik. Pasalnya, tidak semua tindakan sosial bisa diartikan sebagai tindakan ekonomi, namun semua tindakan ekonomi bisa diartikan sebagai tindakan sosial. Karena itu, motif sosial sebagai motif ekonomi di sini dipahami sebagai motif menolong sesama manusia.
Contohnya: Seseorang yang sukses bisnis di bidang tertentu, kemudian dia membantu teman-teman dengan mempekerjakan mereka.
Itulah yang dimaksud dengan motif ekonomi: pengertian, sifat, tujuan dan contohnya.
Editor: Jujuk Ernawati