Mendag Sebut Kinerja Ekspor Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal III 2022
Selain itu, perbaikan kinerja industri dalam negeri yang tercermin dari perbaikan angka Purchasing Manager Index (PMI) industri manufaktur Indonesia juga turut mendorong ekspor manufaktur Indonesia hingga kuartal III 2022 dengan kontribusi mencapai 46,21 persen terhadap total ekspor Indonesia.
“Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada 2022 antara lain batu bara, kelapa sawit, nikel, dan kopi. Sementara, untuk angka PMI manufaktur Indonesia tercatat selalu berada di atas 50, bahkan pada September mencapai angka tertinggi sepanjang 2022, yakni sebesar 53,7," tuturnya.
Menurutnya, nilai ekspor Indonesia pada kuartal III merupakan nilai ekspor kuartalan tertinggi selama dua tahun terakhir. Pada kuartal III 2022, total ekspor Indonesia mencapai 78,20 miliar dolar AS mengalami peningkatan 27,30 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang oleh ekspor nonmigas yang mencapai 73,84 miliar dolar AS dengan pertumbuhan 26,28 persen.
"Produk utama ekspor nonmigas Indonesia pada kuartal III 2022 adalah bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), besi dan baja (HS 72), mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85), serta kendaraan dan bagiannya (HS 87). Khusus untuk batu bara (HS 27), pada kuartal III tercatat meningkat pesat dari 8,84 miliar dolar AS pada kuartal III 2021 menjadi 15,72 miliar dolar AS di kuartal III 2022," ucapnya.
Dari sisi tujuan, kinerja ekspor nonmigas Indonesia juga mencatatkan kinerja positif terhadap negara mitra dagang utama. Tiongkok masih menempati posisi pertama sebagai negara mitra dagang Indonesia dengan nilai ekspor sebesar 17,34 miliar dolar AS pada kuartal III 2022. Nilai ekspor ini berkontribusi sebesar 23,49 persen dari ekspor nonmigas Indonesia pada kuartal III 2022 dan mengalami peningkatan 29,70 persen.