Mata Uang Rubel Menguat ke Level Tertinggi di Tengah Usulan Sanksi Baru Uni Eropa
Pelaku pasar mempertanyakan apakah suku bunga saat ini berkelanjutan mengingat pembatasan, setelah rubel merosot ke rekor terendah pada awal Maret karena negara-negara Barat memukul Moskow dan sistem keuangannya dengan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Investor disuguhi hari terakhir perdagangan yang sibuk sebelum liburan pada hari Jumat karena bank sentral memangkas suku bunga sebesar 300 basis poin menjadi 14 persen dan kementerian keuangan mengatakan telah berhasil membayar bunga dolar Eurobonds.
Suku bunga yang lebih rendah mendukung perekonomian melalui pinjaman yang lebih murah tetapi juga dapat mengipasi inflasi dan membuat rubel lebih rentan terhadap guncangan eksternal.
Bahkan, dengan ekspektasi suku bunga turun lebih jauh. Manajer Portofolio di Alfa Capital, Evgeny Zhornist menuturkan, dampak terhadap rubel tidak mungkin terlihat untuk saat ini.
"Surplus neraca perdagangan bersama dengan harga komoditas global yang tinggi memberikan aliran masuk mata uang asing yang stabil ke dalam negeri, sementara pembatasan valas dan pembekuan cadangan devisa membuat aliran keluar lebih sulit," ucap Zhornist dikutip, Kamis (5/5/2022).