Masjid At-Thohir Depok Pionir Wisata Religi Jabar, Bakal Ada Museum Peradaban Islam Dunia
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jabar, Iendra Sofyan, membeberkan alasan kuat di balik masifnya pengembangan wisata halal ini. Data menunjukkan bahwa 97 persen penduduk Jawa Barat adalah muslim, terlebih dengan tingginya minat wisatawan mancanegara dari Malaysia, Singapura, hingga Timur Tengah.
"Target wisata mancanegara dari Timur Tengah dan Malaysia itu adalah Jawa Barat. Kita sudah menyiapkan infrastruktur mumpuni seperti jalan tol dan kereta api tercepat. Selain itu, ada sekitar 1,2 juta produk makanan kita yang sudah bersertifikasi halal untuk meyakinkan wisatawan muslim merasa nyaman di sini," katanya.
Sementara itu, Plt Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Reza Pahlevi, memberikan apresiasi tinggi atas capaian Jawa Barat.
Dia menyebut Jabar sebagai provinsi yang paling progresif dalam mengembangkan wisata ramah muslim, yang dibuktikan dengan berbagai penghargaan internasional.
"Provinsi Jawa Barat telah membuktikan komitmennya. Terbaru, Jabar meraih predikat Most Promising Muslim Friendly Region of the Year pada GMTI Award 2026 di Singapura. Data global menunjukkan pasar wisatawan muslim dunia sangat besar, mencapai 310 miliar dolar AS pada 2030, dan Jabar sudah mengambil langkah tepat untuk menangkap peluang itu," tuturnya.
Acara ini ditutup dengan harapan besar dari Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, agar sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota dapat terus terjalin.
Dia menegaskan bahwa Depok siap menjadi pintu gerbang pariwisata Jawa Barat yang inklusif dan berkelas dunia melalui kehadiran Masjid At-Thohir.
"Pemerintah Kota Depok tentu mendukung penuh berbagai program pengembangan pariwisata ramah muslim yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kami percaya bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, akademisi, komunitas dan masyarakat merupakan kunci untuk membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berdaya saing," ujarnya.
Editor: Rizqa Leony Putri