Maruarar Sebut Bank Tanah Jadi Kunci Sukseskan Program 3 Juta Rumah
"Kami telah berkoordinasi dan mengirimkan surat untuk mendapatkan data lahan yang bisa digunakan. Bank tanah ini bisa didapat dari Kejaksaan Agung, KPK, TNI, Polri, BUMN, Swasta, Pemda tingkat I dan tingkat II, Badan Bank Tanah serta wakaf dan sedapat mungkin tanahnya gratis karena akan digunakan untuk rumah rakyat," tuturnya.
Dalam kesempatan lain, Maruarar mengatakan pembangunan 3 juta rumah program Prabowo-Gibran, tidak seluruhnya mengandalkan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). Akan tetapi akan dikerjasamakan dengan para pelaku usaha untuk membangun banyak hunian.
"Sekarang negara memanggil, saya siap untuk berbakti. Saya juga sudah telpon teman-teman saya, pengusaha, juga bisa membantu," ucapnya pada acara Sertijab di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (21/10).
Senada, Adik Kandung Prabowo sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menyatakan ada 3 negara yang siap menjadi penyandang dana untuk membiayai sektor perumahan di Indonesia.
Hashim menyebutkan negara tersebut antara lain Uni Emirate Arab (UEA), Qatar, dan China. Ketika negara tersebut sudah sempat ditemui Hashim dan berkomitmen untuk membiayai pembangunan rumah, termasuk dalam program 3 juta rumah Prabowo-Gibran.
"Kita tarik investasi dari beberapa negara, untuk perumahan, saya bisa melaporkan bahwa saya sudah bertemu dengan pemerintah UEA, dia tertarik untuk membiayai perumahan, kemudian ada Qatar, dan dari China," ujar Hashim di Menara Kadin.
Editor: Aditya Pratama