Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perluas Wawasan Industri Mahasiswa, MNC University Company Visit ke McDonald’s
Advertisement . Scroll to see content

Luhut Minta Boeing Buka Kantor dan Pabrik di Indonesia

Kamis, 14 Desember 2017 - 11:43:00 WIB
Luhut Minta Boeing Buka Kantor dan Pabrik di Indonesia
Boeing New 737 (Foto: Boeing)
Advertisement . Scroll to see content

Jakarta, iNews.id – Pemerintah mendorong perusahaan pembuat pesawat terbang, Boeing untuk membuat kantor sekaligus pabrik perakitan pesawat di Indonesia karena perusahaan manufaktur asal Amerika Serikat (AS) tersebut mendapatkan keuntungan yang besar dari Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai, saat ini Boeing mendapatkan pesanan dalam jumlah besar dari maskapai Indonesia sehingga menciptakan lapangan pekerjaan di AS hingga 2025. Untuk itu, dia meminta imbal balik dari Boeing untuk membantu ekonomi Tanah Air.

"Saat ini Boeing memiliki kantor operasional di Singapura. Mereka seharusnya juga membuatnya di sini. Terus, mereka juga seharusnya berpikir untuk membuat pabrik di sini untuk membuat sebagian komponen pesawat,” kata Luhut seperti dikutip dari The Strait Times, Kamis (14/12/2017).

Maskapai lokal, Lion Air dilaporkan memesan 443 pesawat terbang dari Boeing, yang merupakan pesanan terbesar pada tahun ini. Selain itu, Angkatan Laut (AL) Republik Indonesia juga merupakan klien strategis bagi Boeing yang mana mereka memesan helikopter jenis Chinook yang rencananya akan dirakit oleh Boeing.

Sementara itu, pihak Boeing menyatatakan siap mengeksplorasi potensi kerja sama lanjutan yang bersifat win-win dengan berbagai pihak di seluruh dunia, termasuk yang terlibat dalam mata rantai industri perusahaan. Boeing pun menghargai ketertarikan dari Indonesia untuk mengembangkan industri kedirgantaraan meski tidak menyebut secara tegas rencana untuk membuka kantor atau pabrik di Indonesia.

“Dalam industri global seperti kedirgantaraan, peluang dari mata rantai produksi ditentukan oleh kebutuhan produksi Boeing sekaligus kemampuan dan daya saing industri,” katanya.

Permintaan Luhut tersebut juga disampaikan dalam pertemuannya dengan Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross di Negeri Paman Sam tersebut pada awal tahun ini. Luhut mengatakan, Boeing bisa memberikan pekerjaan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Dirgantara Indonesia (Persero), yang memiliki spesialisasi dalam merakit pesawat. Dengan begitu, Dirgantara bisa merakit komponen pesawat Boeing sehingga tidak hanya dijual di pasar lokal, tapi juga kepada Jepang dan Korea Selatan.

“AS sebaiknya tidak hanya bicara soal neraca perdagangan mereka. Kami tidak ingin berbicara tentang satu pihak kepentingan, tapi kepentingan kedua belah pihak,” kata Luhut merujuk pada pernyataan Presiden AS, Donald Trump soal neraca perdagangan AS yang mengalami defisit dengan Indonesia.

Selain itu, kata Luhut, Indonesia saat ini juga tengah mempertimbangkan untuk memesan pesawat militer A400M dari rival bisnis Boeing yang berbasis di Belanda, Airbus untuk menggantikan pesawat C130S yang diproduksi Lockheed Martin asal AS.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut