Kolaborasi Kemenparekraf dan BEI, Sandiaga Uno Dorong Pelaku Parekraf Melantai di Bursa
Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf Anggara Hayun Anujuprana menjelaskan Kemenparekraf dan BEI juga mengadakan Demo Day menuju IPO, dengan peserta berasal dari Profesi Penunjang Pasar Modal, seperti Law Firm, Kantor Akuntan Publik, dan Underwriter.
"Profesi Penunjang Pasar Modal juga perlu dilakukan standardisasi dan dilakukan pertemuan dengan skema one by one dengan peserta IDX Incubator," ucap Hayun.
"Dengan adanya pendampingan ini dapat menjadi wujud yang nyata sebagai penyemangat bagi usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera menuju IPO dan mencatatkan sahamnya di BEI agar dapat mengembangkan usahanya, menciptakan lapangan kerja, serta berkarya bagi ibu pertiwi," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, hadir pula Deloitte Indonesia untuk memberikan pendampingan dan pemahaman kepada usaha kuliner dan per hotel mengenai pajak, legal, business plan, accounting, valuation, ESG, Intellectual Property Branding, dan IT.
Di akhir kegiatan, pelaku usaha kuliner dan hotel menyampaikan rencana ke depan untuk menuju IPO. Salah satu perusahaan di bidang kuliner telah meng-hire KAP, Konsultan Hukum, Underwriter, KJPP, dan konsultan IPO.
Fokus saat ini ke produksi, packaging, dan memastikan pelayanan pelanggan yang baik. Satu-satunya yang bisa melayani order pengiriman pada hari yang sama dan satu hari sebelum pengiriman dengan target dana IPO sebesar Rp20 miliar.
Sedangkan perusahaan lainnya di bidang perhotelan menyampaikan bahwa rencana yang dilakukan saat ini untuk menuju IPO yaitu dengan melakukan persiapan seperti mencari tanah, mengurus perizinan usaha, membuat disain usaha, membuka usaha, hingga menjalankan hotel melalui Lease Agreement.
Editor: Aditya Pratama