Kisah Sukses Pendiri Samsung, dari Pedagang Sayur hingga Jadi Raja Gadget
Pada masa Perang Dunia II, Lee Byung Chul belajar mengenai pasar dan cara memanfaatkan peluang bisnis. Dia memperhatikan dengan cermat bagaimana konglomerat Jepang, yang kerap disebut sebagai zaibatsu, menjalankan dan mengorganisasi perusahaan-perusahaan mereka di Korea.
Dalam kurun waktu kurang lebih satu dekade, Samsung pun semakin berkembang dan memiliki pabrik tepung, mesin manisan, kegiatan operasi manufaktur, dan penjualannya sendiri.
Kemudian, pada masa administrasi militer Amerika Serikat (AS) di Korea pada 1945 hingga 1948, Lee Byung Chul memindahkan kantor pusat bisnisnya ke Seoul, dan membuka Samsung Trading Corporation pada tahun 1948. Dua tahun kemudian, Samsung telah mendirikan perusahaan dagang di Masan, Taegu dan Seoul.
Namun, perjalanan bisnisnya tak mulus begitu saja. Samsung sempat mengalami bangkrut karena mendapat dukungan politik dari rezim Presiden Syngman Rhee pada tahun 1946 hingga 1960.
Kejadian tersebut tak diratapinya terlalu lama, justru Samsung terus berupaya berkembang semakin pesat, dengan berhasil mengembangkan bisnisnya ke sektor perbankan, sekuritas, asuransi, pupuk dan semen pada akhir tahun 1950.