Kawan Lama Group Segera Rampungkan Mal Living World di Denpasar
Kemudian, berbagai gelaran acara dan kegiatan-kegiatan tradisional Bali yang diselenggarakan di area amphitheatre Living World Bali. Hingga revitalisasi area pinggir Sungai Bindu yang berada tepat di samping Mal sebagai pusat kegiatan outdoor, area kuliner terbuka, dan venue untuk berbagai acara komunitas.
Seluruhnya akan memperkuat posisi Living World Bali sebagai salah satu icon terbaru di Pulau Bali. Mal Living World Bali juga menerapkan konsep energy efficient architecture (arsitektur dengan penggunaan energi yang efisien) pada pembangunannya.
Mulai dari sistem AC berefisiensi tinggi dalam penggunaan listrik yang menghemat energi hingga 20 persen atau dalam pengurangan energi listrik 1,200 MW/tahun. Pihaknya juga menggunakan panel surya di atap mal yang dapat memproduksi listrik hingga 1,123 MWp/tahun.
Tak hanya itu, penggunaan jenis lampu LED pada mayoritas penerangan yang dapat menghemat energi hingga 50 persen juga diterapkan, serta smart building design berupa pengaturan orientasi bangunan dan solusi minimalisasi panas matahari masuk ke dalam gedung dengan permainan landscape, hingga pemanfaatan sinar matahari sebagai pencahayaan alami dalam gedung dengan membuat skylight dari jendela berbahan kaca double glazing.
Penggunaan kaca double glazing juga dapat membatasi panas matahari masuk ke dalam ruangan, sehingga dapat menambah penghematan listrik pada penggunaan AC. Dalam operasionalnya nanti, Living World Bali juga akan menerapkan konsep minimized wastewater management system dengan mengelola kembali limbah air kotor untuk penyiraman tanaman dan Pengisian kolam yang akan menghemat air setara dengan 12 kolam renang olympic size dalam setahun.