Kala KUR BRI Dorong UMKM Bangkit usai Terseok-seok Pandemi Covid-19
Menurut Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki pandemi Covid-19 menyebabkan kredit macet. Berdasarkan data 13 bank himbara dan daerah, ada total nilai outstanding atau kredit yang tak terbayarkan sebesar Rp10,93 triliun dari 170.561 debitur pelaku UMKM korban Covid-19.
Berbagai upaya dilakukan pemerintah demi mencegah keterpurukan sang penopang ekonomi Tanah Air, seperti menghapus kredit macet UMKM korban pandemi Covid-19. Salah satunya dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan menghapus kredit UMKM macet senilai Rp24 triliun.
Tak heran, BRI untuk Indonesia selalu menjadi pilihan para pelaku UMKM. Terbukti, BRI menjadi bank dengan total penyaluran KUR UMKM terbesar di Indonesia. Pada triwulan III 2023, debitur baru KUR BRI telah tumbuh melampaui target yang ditetapkan pemerintah.
“Telah mencapai 1,44 juta debitur KUR baru hingga triwulan III 2023. Sedangkan target debitur KUR baru 2023 adalah sebesar 1,36 juta debitur. Kebijakan penyaluran KUR tahun 2023 pun memiliki substansi graduasi atau UMKM naik kelas yang jelas untuk kemandirian pelaku usaha,” kata Direktur Bisnis Mikro BRI Supari dalam keterangan resminya.
Sebagai pahlawan UMKM, BRI terus berinovasi mendukung para pelaku UMKM pulih dari keterpurukan pandemi Covid-19. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghubungkan pelaku UMKM dengan para pembeli dengan aplikasi.