Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duh, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Anggarannya Membengkak Hingga Rp69 Triliun
Advertisement . Scroll to see content

KAI Gantikan WIKA Jadi Lead Konsorsium Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ada Apa?

Rabu, 08 September 2021 - 14:41:00 WIB
KAI Gantikan WIKA Jadi Lead Konsorsium Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ada Apa?
Pembangunan salah satu terowongan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menggantikan posisi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebagai lead konsorsium yang menggarap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). 

Seperti diketahui, proyek KCJB digarap konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang merupakan gabungan dari beberapa BUMN, yaitu PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Jasa Marga Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN). 

Prosentase kepemilikan saham di PSBI adalah WIKA sebesar 38 persen, KAI 25 persen, PTPN VIII 25 persen, dan Jasa Marga 12 persen. Meskipun terjadi perubahan pada posisi lead konsosrsium, kepemilikan saham PSBI tidak mengalami perubahan. 

"Nanti akan dilakukan perubahan terhadap PP 107/2015 dahulu di mana WIKA saat itu sebagai lead konsorsium PSBI, nanti mungkin akan berubah leadnya ini akan berpindah di PT KAI di mana nanti juga PT KAI akan mendapatkan PMN dalam pemenuhan ekuitas di PSBI," kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko WIKA, Ade Wahyu, dalam Public Expose Live 2021, Rabu (8/9/2021).

Dia menjelaskan, proses perubahan lead konsorsium tersebut masih dibahas di tingkat Kementerian Maritim dan Investasi (Marves) dan Sekretariat Negara (Setneg)

"Nah proses ini masih digodok di Menko Marves dan Setneg," ujar Ade Wahyu.

Menanggapi soal pembengkakan biaya proyek (cost overrun) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Ade mengatakan, hal tersebut masih dalam tahap evaluasi di tingkat internal KCIC bersama para pemegang saham dan sponsor terkait.

Dia mengungkapkan harapkan agar masalah tersebut bisa selesai pada akhir Oktober 2021. "Cost overrun yang timbul saat ini sedang digodok dan diavaluasi di internal KCIC bersama para pemegang saham dan sponsor, nah saat ini sedang di tahap akhir  dan diharapkan besaran nilai dari cost overrun ini bisa selesai di Oktober," tutur Ade.

Untuk diketahui, progres konstruksi WIKA di proyek KCJB telah mencapai 77,06 persen. Ade mengatakan cost overrun ini tidak berdampak terhadap jadwal operasi kereta cepat yang masih sesuai target yaitu pada akhir 2022.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut