Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Siapkan Bantuan Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh
Advertisement . Scroll to see content

Jelang Lebaran, 2.350 Sapi Hidup Impor dari Australia Mau Masuk RI 

Rabu, 20 Maret 2024 - 15:37:00 WIB
Jelang Lebaran, 2.350 Sapi Hidup Impor dari Australia Mau Masuk RI 
ilustrasi impor sapi asal Australia mau masuk RI jelang Lebaran (freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan memastikan ada 2.350 ekor sapi hidup impor dari Australia akan masuk Indonesia. Rencananya, impor hewan ini tiba sebelum Lebaran 2024. 

Menurutnya, jumlah sapi hidup tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama Lebaran tahun ini. Sepanjang 2024, total sapi hidup yang diimpor holding BUMN pangan mencapai 20.000 ekor. 

Namun, proses pengiriman akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, akan ada 2.350 ekor sapi hidup yang didatangkan dari Australia. 

"Penugasan penyediaan sapi hidup 20.000 ekor sepanjang tahun, di mana sebelum Lebaran ini akan tiba kurang lebih 2.350 ekor sapi," ujar Frans saat konferensi pers di Kementerian BUMN, Rabu (20/3/2024).

Dia menyebut, mayoritas sapi hidup impor wajib menjalani proses penggemukan sekitar tiga bulan. Hanya saja, ID Food mendapatkan diskresi pemerintah untuk langsung menyembelih 500 impor sapi hidup saat tiba di Tanah Air. 

Kendati, jumlah sapi yang langsung disembelih lebih kecil dari yang didatangkan, Frans memperkirakan, penyembelihan 500 ekor sapi hidup mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap konsumsi daging sapi sebanyak 162 ton. 

"Memang kalau kita lihat dari yang bisa disembelih kan tidak banyak, hanya 500 ekor. Jadi hitungan saya itu kurang lebih 162 ton," ucap dia.

"Sebagai perbandingan kalau tidak salah, Jakarta itu butuh sekitar 600 ton, jadi kalau 162 ton itu tadi, bisa 20 sampai 25 persen memenuhi kebutuhan yang ada," kata Frans.

Impor sapi hidupnya dari Australia, kata Frans, memerlukan waktu pengiriman yang relatif singkat, yakni sekitar dua pekan. Sementara impor daging beku berasal dari Brasil yang memerlukan waktu hingga dua bulan untuk tiba di Indonesia. 

Maka dari itu, Frans berharap impor sapi hidup dapat menjaga harga daging sapi yang biasanya mengalami kenaikan signifikan pada H-2 dan H-1 Lebaran.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut