Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Dapat Hibah Kapal Patroli dari Jepang, Nilainya Rp205 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Kalahkan Jepang Hingga Swiss, Jadi Negara dengan Inflasi Terendah Nomor 5 Dunia

Selasa, 04 Oktober 2022 - 17:01:00 WIB
Indonesia Kalahkan Jepang Hingga Swiss, Jadi Negara dengan Inflasi Terendah Nomor 5 Dunia
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Biro konsultansi manajemen global asal Amerika, McKinsey & Company, mencatat Indonesia menjadi negara dengan inflasi terendah nomor 5 di dunia per Juni 2022. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa kenaikan inflasi di Indonesia berada di kisaran kurang dari 4 persen. Hal itu, membuat Indonesia mengalahkan beberapa negara di dunia, seperti Jepang hingga Swiss yang inflasinya melonjak tajam.

"Angka ini masih di atas negara Jepang, China, Arab Saudi dan Swiss. Empat negara itu kenaikan inflasinya per 30 Juni 2022 berdasar data Mckinsey, kurang dari 3 persen. Indonesia masih lebih tinggi, namun masih kurang dari 4 persen year over year," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Berdasarkan data tersebut, Indonesia berada di urutan ketiga negara dengan kenaikan inflasi terendah di seluruh Asia. Bahkan, kenaikan inflasi di Indonesia lebih rendah dibandingkan Korea Selatan, dengan urutan pertama dan kedua ditempati oleh Jepang dan China.

Data Mckinsey mencatat laju inflasi di seluruh dunia melebihi ekspektasi pada Desember 2021. Dari proyeksi pada akhir tahun lalu, kenaikan inflasi per Juni 2022 mencatatkan kenaikan dua kali lipat. Hal ini terjadi di hampir seluruh dunia.

"Meskipun demikian, tingkat inflasi di negara-negara Asia tidak terlalu tinggi dibandingkan proyeksi masing-masing negara. Kondisi terparah justru dialami sebagian negara di Eropa. Misalnya, inflasi di Lithuania yang mencapai 15,5 persen per tahun, angka ini lima kali lipat lebih tinggi dibandingkan proyeksi inflasinya," ungkap Airlangga.

Kondisi laju inflasi yang lebih tinggi dibandingkan proyeksi itu memaksa bank sentral di seluruh dunia menaikkan suku bunga pinjaman mereka. Kendati demikian, kenaikan suku bunga bank sentral di hampir seluruh negara tidak mampu menyamai laju inflasi di negaranya.

Airlangga menuturkan Indonesia masih tidak termasuk dalam catatan Mckinsey terhadap negara yang ikut menaikkan suku bunga Bank Indonesia. 

Kondisi tersebut, membuat para analis menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi mereka. Hanya beberapa negara yang masih mencatatkan Produk Domestik Bruto (PDB) ke arah positif.

"Indonesia termasuk negara dengan proyeksi PDB dengan angka positif, yakni 1,0 persen lebih tinggi," kata Airlangga.

Adapun negara dengan angka PDB paling tinggi dicatatkan Arab Saudi dengan 5,9 persen lebih tinggi.  "Capaian positif Indonesia di tengah ketidakpastian global ini jangan sampai membuat lengah seluruh pihak. Bahkan, Presiden Joko Widodo juga sudah meminta sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah demi menekan laju inflasi," tutur Airlangga.

Menurutnya, kerja sama menjadi kunci yang membuat Indonesia hingga saat ini mampu meminimalisir dampak buruk dari tekanan global akibat ketidakpastian. 

"Terlebih, isu geopolitik, ancaman krisis energi serta pangan masih menghantui hampir seluruh negara di dunia," ungkap Airlangga.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut